Memuat tanggal...
Logo
Di Balik Penantian The Winds of Winter, George R.R. Martin Ternyata Sedang Melawan Depresi
Lifestyle 06 August 2026, 20:34 WIB Shaddam Putra

Di Balik Penantian The Winds of Winter, George R.R. Martin Ternyata Sedang Melawan Depresi

Dalam unggahan blog pribadinya yang menjadi tulisan pertama dalam hampir enam bulan, George R.R. Martin mengungkap bahwa dirinya sedang melalui tahun yang sangat berat. Penulis dari serial buku A Song of Ice and Fire yang diadaptasi dalam serial televisi Game of Thrones itu mengatakan dirinya menghadapi kesedihan dan depresi di tengah berbagai kehilangan yang dialaminya sepanjang tahun ini. Ia juga mengaku merasa kewalahan menghadapi begitu banyak hal yang terjadi dalam hidupnya.

Sumber: Getty

“Menjadi tua bukanlah hal yang menyenangkan.” tulis Martin. Meskipun demikian, penulis berusia 77 tahun itu menambahkan bahwa hidup tetap menghadirkan momen-momen luar biasa di tengah berbagai kesulitan. Menurutnya itulah kehidupan, penuh kebahagiaan sekaligus penderitaan, sesuatu yang selama ini juga tercermin dalam kisah-kisah yang ia tulis.

Martin menjelaskan bahwa sejumlah unggahan di situs resminya sejak Februari sebenarnya ditulis oleh para asistennya. Alasannya adalah karena ia terus tertinggal dari jadwal dan tidak mampu mengejar semua pekerjaannya, meski telah mendapat bantuan.

Di sisi lain, tahun ini juga membawa kabar baik. Martin menyebut serial A Knight of the Seven Kingdoms, adaptasi dari novella Dunk and Egg, berhasil meraih sembilan nominasi Emmy. Prestasi itu menjadi salah satu titik terang di tengah periode yang ia sebut sangat melelahkan secara emosional.

Martin juga mengangkat The Winds of Winter, novel keenam dari seri A Song of Ice and Fire. Novel tersebut sudah dinantikan sejak buku kelima, A Dance with Dragons, terbit pada 2011. Hingga kini belum ada tanggal rilis resmi, sementara para pembaca terus bertanya-tanya kapan kisah Westeros akan berlanjut.

Martin sendiri tidak menampik tekanan tersebut. Sebelumnya ia pernah menyindir berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya, mulai dari anggapan bahwa ia tidak akan pernah menyelesaikan novel itu hingga tudingan bahwa ia sudah kehilangan minat terhadap serial tersebut. Namun ia menegaskan bahwa dirinya masih sangat peduli pada dunia Westeros dan seluruh karakternya.

Awal tahun ini, Martin mengatakan naskah The Winds of Winter telah mencapai sekitar 1.100 halaman. Meski demikian, ia mengakui berbagai proyek lain kerap mengganggu fokusnya, sehingga penyelesaian novel itu kembali tertunda. Ia bahkan pernah mengatakan bahwa gagal menuntaskan buku tersebut akan terasa seperti sebuah kegagalan besar dalam hidupnya.

Bagikan Artikel: