Memuat tanggal...
Logo
F1 Siapkan Rencana Darurat untuk Kalender 2027, Konflik Timur Tengah Jadi Penyebab
Sport 04 August 2026, 18:30 WIB Shaddam Putra

F1 Siapkan Rencana Darurat untuk Kalender 2027, Konflik Timur Tengah Jadi Penyebab

Formula 1 mulai mempersiapkan berbagai skenario untuk kalender balap musim 2027, imbas kondisi geopolitik yang masih belum menentu akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.

Sumber: Formula 1

CEO Formula 1 Stefano Domenicali mengungkapkan bahwa penyelenggara sudah memiliki rencana cadangan apabila kondisi keamanan di Timur Tengah belum memungkinkan saat kalender 2027 disusun. Hingga awal Agustus 2026, jadwal resmi musim 2027 memang belum diumumkan karena F1 masih terus memantau perkembangan situasi.

Musim 2026 sudah menjadi bukti bahwa konflik bersenjata bisa berdampak langsung pada dunia olahraga. Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi terpaksa dibatalkan karena alasan keamanan, dan penyelenggara harus mengubah sejumlah rencana agar kejuaraan tetap berjalan sesuai target.

Kini perhatian F1 juga tertuju pada dua seri penutup musim 2026, yakni Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi. Meski keduanya masih dijadwalkan berlangsung sesuai rencana, Domenicali menegaskan keselamatan seluruh pihak akan tetap menjadi prioritas utama. Jika situasi memburuk, F1 siap memindahkan balapan penutup musim ke Eropa. Keputusan final dijadwalkan diambil sekitar pertengahan September.

Menurut Domenicali, menjaga kredibilitas kalender jauh lebih penting daripada memaksakan balapan berlangsung di lokasi yang berisiko. Karena itu, Formula 1 telah menyiapkan beberapa sirkuit alternatif di Eropa apabila diperlukan. Nama Imola di Italia disebut sebagai kandidat terkuat, sementara Portugal dan Turki juga masuk dalam daftar opsi yang dipertimbangkan.

Ketidakpastian ini juga membuat penyusunan kalender 2027 menjadi lebih rumit. Sebelumnya, Bahrain diperkirakan akan kembali menjadi seri pembuka musim. Namun dengan kondisi kawasan yang masih belum stabil, F1 memilih tidak terburu-buru menetapkan jadwal final. Meski begitu, target menggelar 24 seri balapan dalam satu musim tetap dipertahankan.

Di tengah tantangan tersebut, Formula 1 juga terus mengevaluasi peluang menghadirkan balapan di lokasi-lokasi baru. Beberapa kawasan seperti Afrika, Asia, Amerika Selatan, Portugal, hingga Turki disebut masih menjadi bagian dari pembahasan jangka panjang. Artinya, selain menghadapi ancaman konflik, F1 juga berusaha menjaga pertumbuhan olahraga ini tanpa mengorbankan keselamatan para pembalap, tim, maupun para penggemar.

Bagikan Artikel: