Memuat tanggal...
Logo
Popularitasnya Merosot, Keir Starmer Resmi Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris
Politik 22 June 2026, 17:00 WIB Shaddam Putra

Popularitasnya Merosot, Keir Starmer Resmi Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris

Perdana Menteri Inggris sekaligus ketua Partai Buruh Inggris, Keir Starmer, resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (22/6/2026) waktu setempat, mengakhiri masa kepemimpinannya yang berlangsung kurang dari dua tahun sejak kemenangan telak Partai Buruh dalam pemilu pada 2024. Keputusan tersebut diambil setelah tekanan politik yang terus meningkat dari dalam partainya sendiri menyusul merosotnya popularitas pemerintah oleh masyarakat.

Sumber: AP

Dalam pidato emosional di depan Downing Street, Starmer mengatakan dirinya telah berbicara dengan Raja Charles dan menerima kenyataan bahwa ia tidak lagi mendapat dukungan yang cukup dari fraksi parlemen Partai Buruh untuk memimpin partai menuju pemilu berikutnya. Meski demikian, ia menyatakan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan berjanji mendukung proses transisi kepemimpinan.

Starmer juga menyoroti sejumlah pencapaian pemerintahannya, termasuk upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperkuat pendanaan pertahanan, mengendalikan imigrasi, serta memulihkan kredibilitas Inggris di panggung internasional. Ia menyebut masa awal pemerintahannya sebagai momen paling membanggakan dalam hidupnya.

Pengunduran diri Starmer terjadi setelah berbulan-bulan menghadapi kritik dari anggota parlemen Partai Buruh. Banyak kalangan menilai pemerintahannya gagal memberikan arah yang jelas bagi Inggris. Sejumlah pengamat menyebut gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan sering melakukan perubahan kebijakan membuat sebagian pemilih kehilangan kepercayaan kepadanya.

Posisinya semakin tertekan setelah serangkaian hasil pemilu lokal yang buruk serta meningkatnya dukungan terhadap partai oposisi sayap kanan, Reform UK, yang dipimpin oleh Nigel Farage.

Sejauh ini, nama yang paling sering disebut sebagai penerus Starmer adalah Andy Burnham. Mantan Wali Kota Manchester itu disebut memiliki dukungan kuat dari banyak anggota parlemen Partai Buruh dan berpeluang besar menjadi pemimpin baru partai.

Partai Buruh dijadwalkan membuka proses pencalonan pemimpin baru pada 9 Juli dan menutupnya pada 16 Juli. Jika Burnham tidak menghadapi pesaing serius, ia bisa mengambil alih jabatan perdana menteri pada pertengahan Juli. Namun jika terjadi pemilihan internal yang kompetitif, proses tersebut dapat berlangsung hingga akhir Agustus.

Kemunduran Starmer tidak memberikan dampak yang signifikan kepada perekonomian Inggris. Nilai tukar poundsterling, pasar obligasi pemerintah, dan indeks saham utama Inggris tidak mengalami pergolakan besar karena investor telah memperkirakan kemungkinan pergantian kepemimpinan dalam beberapa bulan terakhir.

Pergantian pemimpin ini juga menandai babak baru politik Inggris yang masih menghadapi berbagai tantangan. Siapapun yang menggantikan Starmer akan menghadapi tekanan besar untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Partai Buruh menjelang pemilu berikutnya.

Sumber: BBC, NPR

Bagikan Artikel: