Memuat tanggal...
Logo
Saat Harga Hidup Kian Menekan, Mahasiswa Trisakti Bawa Suara Kelas Menengah yang Terdesak
Politik 19 June 2026, 15:52 WIB muhamad riski

Saat Harga Hidup Kian Menekan, Mahasiswa Trisakti Bawa Suara Kelas Menengah yang Terdesak

Bagi banyak kalangan kelas menengah dan generasi muda, persoalan yang diangkat mahasiswa bukan sekadar isu politik elite. Kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari, terbatasnya lapangan kerja yang berkualitas, hingga kebijakan yang dinilai belum menjawab persoalan mendasar masyarakat, membuat tuntutan tersebut dianggap semakin relevan.

Sumber: Jabodetabek24info

Aksi mahasiswa Trisakti kali ini mencoba memotret kegelisahan yang lebih luas. Pemulihan ekonomi, menurut mereka, tidak hanya berbicara tentang angka pertumbuhan atau indikator makro, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat mempertahankan daya beli dan memperoleh kepastian masa depan.

Selain itu, mahasiswa menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia di tubuh pemerintahan. Mereka menilai jabatan publik seharusnya diisi oleh figur yang memiliki kapasitas dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Kritik terhadap inkompetensi pejabat negara muncul di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap pelayanan dan kebijakan yang lebih efektif.

Di sisi lain, penguatan supremasi sipil menjadi perhatian tersendiri. Bagi mahasiswa, ruang demokrasi dan partisipasi warga sipil harus tetap dijaga agar proses pengambilan kebijakan tidak semakin menjauh dari kepentingan masyarakat.

Dengan membawa semangat Tritura, mahasiswa Universitas Trisakti menempatkan diri sebagai representasi keresahan generasi produktif yang menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakpastian masa depan. Di tengah situasi yang terus berubah, mereka mengingatkan bahwa stabilitas politik dan ekonomi hanya dapat dibangun melalui pemerintahan yang responsif, kompeten, serta berpijak pada prinsip-prinsip demokrasi yang sehat.

“Ketika biaya hidup makin berat dan masa depan terasa semakin mahal, suara mahasiswa kembali hadir sebagai pengingat bahwa negara tidak boleh kehilangan arah dan kepekaan terhadap rakyatnya.”

Dok: Muhamad Riski

Bagikan Artikel: